
Argus merupakan salah satu hero Fighter di Mobile Legends: Bang Bang yang memiliki kemampuan unik untuk bertahan dari serangan mematikan.
Melalui ultimate Eternal Evil, Argus dapat tetap bertarung dalam situasi yang biasanya berakhir dengan eliminasi.
Kemampuan tersebut membuat Argus dikenal sebagai hero anti mati.
Namun, memiliki ultimate yang kuat bukan berarti Argus mudah dimainkan.
Banyak pemain justru melakukan kesalahan yang membuat kemampuan terbaiknya terbuang.
Ada yang terlalu cepat mengaktifkan Eternal Evil, ada yang memaksakan duel sebelum memiliki item, dan ada pula yang terus melakukan split push tanpa memperhatikan kondisi tim.
Akibatnya, Argus menjadi kurang efektif meskipun sebenarnya memiliki potensi damage besar.
Dalam pertandingan Ranked, kesalahan kecil dapat memberikan keuntungan kepada lawan.
Terlebih ketika pertandingan memasuki late game, satu kali eliminasi dapat membuat tim kehilangan Lord, turret, bahkan base.
Lantas, apa saja kesalahan pemain Argus yang paling sering menyebabkan kekalahan?
Berikut tujuh kesalahan yang perlu dihindari.
Mengapa Argus Membutuhkan Strategi yang Tepat?
Argus merupakan Fighter yang mengandalkan basic attack, mobilitas, dan ultimate untuk bertahan dalam pertarungan.
Hero ini memiliki beberapa kemampuan penting.
| Skill | Fungsi |
|---|---|
| Warmonger | Mendukung serangan dasar Argus |
| Demonic Grip | Mobilitas dan mendekati target |
| Meteoric Sword | Memberikan damage dan tekanan |
| Eternal Evil | Perlindungan dari kematian selama durasi tertentu |
Keempat kemampuan tersebut harus digunakan secara terkoordinasi.
Argus tidak cukup hanya mengaktifkan ultimate lalu menyerang tanpa memperhatikan situasi.
Pemain harus memahami posisi lawan, cooldown skill, jumlah item, dan kondisi objektif.
1. Mengaktifkan Eternal Evil Terlalu Cepat
Kesalahan pertama sekaligus salah satu yang paling sering dilakukan pemain Argus adalah menggunakan Eternal Evil terlalu cepat.
Ketika melihat lawan mendekat, sebagian pemain langsung mengaktifkan ultimate.
Padahal, lawan belum tentu akan memberikan damage mematikan.
Akibatnya, durasi Eternal Evil mulai berjalan ketika Argus belum benar-benar membutuhkan perlindungan.
Mengapa Kesalahan Ini Berbahaya?
Eternal Evil memiliki durasi terbatas.
Jika digunakan terlalu awal, lawan dapat mundur dan menunggu perlindungannya berakhir.
Setelah itu, Argus kehilangan kemampuan bertahan terpentingnya.
Contoh Situasi
Argus bertemu Marksman lawan.
Marksman tersebut masih memiliki Flicker dan kemampuan kabur.
Argus langsung mengaktifkan Eternal Evil.
Marksman menggunakan Flicker untuk menjauh.
Argus gagal mengejar.
Ketika ultimate berakhir, Marksman kembali menyerang.
Dalam situasi ini, Argus kehilangan keuntungan karena salah menentukan waktu.
Cara Menghindarinya
Perhatikan ancaman damage lawan.
Jangan menggunakan ultimate hanya karena melihat musuh.
Pastikan Argus masih memiliki kesempatan menyerang.
Pelajari animasi skill burst damage lawan.
Tips
Gunakan Eternal Evil ketika perlindungannya benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar untuk memulai setiap pertarungan.
2. Terlambat Menggunakan Ultimate hingga Tereliminasi
Jika kesalahan pertama adalah menggunakan ultimate terlalu cepat, kesalahan kedua justru sebaliknya.
Sebagian pemain menunggu hingga HP Argus sangat rendah sebelum mengaktifkan Eternal Evil.
Mereka berharap mendapatkan timing sempurna.
Namun, menunggu terlalu lama juga berbahaya.
Mengapa Ini Terjadi?
Pemain terlalu fokus menyerang.
Tidak memperhatikan skill lawan.
Salah memperkirakan burst damage.
Terlambat menekan tombol ultimate.
Contoh Situasi
Argus sedang bertarung melawan Mage.
HP Argus mulai berkurang.
Mage masih memiliki kemampuan burst.
Argus mencoba melakukan basic attack tambahan.
Sebelum Eternal Evil aktif, Argus terkena kombinasi skill mematikan.
Akibatnya, ultimate tidak sempat digunakan.
Cara Menghindarinya
Kenali hero dengan burst damage tinggi.
Perhatikan cooldown skill lawan.
Jangan hanya melihat HP.
Aktifkan ultimate berdasarkan ancaman yang akan datang.
Tips
Timing ultimate bukan berarti selalu menunggu HP berada pada titik terendah.
Pemain harus mempertimbangkan apakah Argus masih memiliki kesempatan menggunakan skill sebelum menerima damage mematikan.
3. Terlalu Agresif di EXP Lane Sebelum Memiliki Item
Argus dikenal memiliki kemampuan duel yang menarik.
Namun, sebagian pemain menganggap hero ini harus selalu menyerang sejak awal pertandingan.
Akibatnya, mereka terlalu agresif ketika belum memiliki item penting.
Mengapa Early Game Penting?
Pada early game, Argus membutuhkan farming untuk mengembangkan damage.
Jika sering tereliminasi, Argus kehilangan gold dan pengalaman.
Lawan kemudian memperoleh keunggulan item.
Contoh Kesalahan
Argus memaksakan duel level awal.
Lawan memiliki kemampuan crowd control lebih kuat.
Argus kehilangan banyak HP.
Jungler lawan datang melakukan gank.
Argus tereliminasi.
Setelah kembali ke lane, Argus tertinggal gold dan level.
Cara Menghindarinya
Fokus mendapatkan minion.
Jangan memaksakan duel yang tidak menguntungkan.
Perhatikan posisi Jungler lawan.
Gunakan turret sebagai perlindungan.
Tunggu item utama sebelum melakukan pertarungan berisiko tinggi.
Tips
Argus yang memiliki perkembangan item stabil sering lebih berguna daripada Argus yang terlalu banyak mengejar kill tetapi kehilangan farming.
4. Salah Menggunakan Demonic Grip untuk Mengejar Lawan
Demonic Grip merupakan kemampuan mobilitas Argus.
Skill ini membantu mendekati target dan mengubah posisi.
Namun, banyak pemain menggunakannya tanpa memperhitungkan situasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Menggunakan Demonic Grip terlalu awal.
Mengejar target yang masih memiliki Flicker.
Masuk ke tengah beberapa hero lawan.
Tidak menyiapkan jalur mundur.
Mengapa Berbahaya?
Argus membutuhkan mobilitas untuk menjangkau target.
Jika Demonic Grip digunakan secara sembarangan, Argus dapat kehilangan kesempatan mengejar atau melarikan diri.
Contoh Situasi
Argus melihat Marksman dengan HP rendah.
Ia menggunakan Demonic Grip untuk mengejar.
Marksman menggunakan kemampuan dash.
Argus gagal menjangkau target.
Tank lawan datang memberikan crowd control.
Argus terjebak dalam posisi berbahaya.
Cara Menghindarinya
Perhatikan skill kabur lawan.
Jangan mengejar tanpa vision.
Gunakan Demonic Grip ketika peluang mendekati target cukup tinggi.
Pertimbangkan posisi tim sebelum masuk.
Tips
Mobilitas bukan hanya untuk menyerang.
Dalam beberapa situasi, menyimpan kemampuan mobilitas lebih berharga daripada memaksakan satu kill.
5. Menggunakan Build yang Sama dalam Semua Pertandingan
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan susunan item yang sama tanpa memperhatikan komposisi lawan.
Sebagian pemain hanya mengikuti satu build karena dianggap paling sakit.
Padahal, setiap pertandingan memiliki kebutuhan berbeda.
Mengapa Build Harus Disesuaikan?
Argus dapat menghadapi berbagai jenis ancaman.
Tank memiliki Physical Defense tinggi.
Mage dapat memberikan magic burst.
Marksman dapat menghasilkan physical damage besar.
Fighter tertentu memiliki sustain dan crowd control.
Karena itu, satu build belum tentu cocok menghadapi seluruh kondisi.
Contoh Kesalahan
Argus membeli seluruh item attack speed.
Namun, tim lawan memiliki beberapa hero dengan armor tinggi.
Argus kesulitan memberikan damage.
Ia tetap memaksakan duel dan akhirnya kalah.
Cara Menghindarinya
Perhatikan item lawan.
Gunakan Physical Penetration ketika diperlukan.
Pertimbangkan item defense terhadap burst damage.
Pilih build on-hit atau critical secara konsisten.
Jangan mencampurkan Golden Staff dengan item critical tanpa memahami mekaniknya.
Contoh Penyesuaian Item
| Kondisi | Item yang dapat dipertimbangkan |
|---|---|
| Lawan memiliki HP tinggi | Demon Hunter Sword |
| Lawan memiliki armor tinggi | Malefic Roar |
| Membutuhkan kemampuan mengejar | Corrosion Scythe |
| Menghadapi physical burst | Wind of Nature |
| Menghadapi magic burst | Athena’s Shield |
| Membutuhkan perlindungan late game | Immortality |
Item terbaik tetap bergantung pada patch dan situasi pertandingan.
6. Split Push Tanpa Memperhatikan Minimap dan Objektif
Argus memiliki gaya bermain yang mendukung tekanan terhadap turret.
Karena itu, banyak pemain menggunakan strategi split push.
Split push merupakan strategi menyerang lane berbeda dari lokasi utama tim untuk menciptakan tekanan.
Strategi ini dapat efektif jika dilakukan dengan benar.
Namun, split push tanpa memperhatikan minimap justru dapat merugikan tim.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Terus menyerang turret meskipun lawan menghilang.
Tidak membantu tim ketika Lord diperebutkan.
Melakukan push tanpa minion.
Tidak menyiapkan jalur mundur.
Menganggap Eternal Evil cukup untuk menghadapi beberapa lawan sekaligus.
Contoh Situasi
Argus melakukan split push di EXP Lane.
Sementara itu, tim sedang memperebutkan Lord.
Empat rekan Argus menghadapi lima lawan.
Tim kalah dalam pertarungan.
Lawan mendapatkan Lord.
Argus berhasil memberikan sedikit damage kepada turret, tetapi tim kehilangan objektif besar.
Cara Menghindarinya
Perhatikan posisi lawan.
Bersihkan wave minion.
Gunakan minimap.
Perhatikan waktu kemunculan Lord.
Komunikasikan rencana split push.
Kapan Split Push Tepat?
Ketika tim lawan terlihat berada jauh dari lane.
Ketika wave minion mendukung.
Ketika tim dapat bertahan tanpa Argus.
Ketika tekanan turret memberikan keuntungan yang sebanding dengan risiko.
Tips
Split push yang baik menciptakan keuntungan map. Split push yang buruk justru membuat tim bertarung dengan jumlah pemain lebih sedikit.
7. Masuk Team Fight Terlalu Cepat dan Salah Memilih Target
Kesalahan terakhir adalah masuk team fight tanpa memperhatikan posisi dan kemampuan lawan.
Sebagian pemain Argus terlalu percaya diri karena memiliki Eternal Evil.
Mereka langsung masuk ke tengah lima hero lawan.
Padahal, Argus bukan Tank utama.
Mengapa Ini Berbahaya?
Argus membutuhkan kesempatan melakukan basic attack.
Jika terkena crowd control secara beruntun, ia dapat kehilangan kesempatan memberikan damage.
Durasi Eternal Evil juga dapat terbuang ketika Argus tidak dapat menjangkau target.
Contoh Situasi
Argus masuk terlebih dahulu.
Tank lawan memberikan stun.
Mage memberikan slow.
Marksman menjauh.
Argus mengaktifkan Eternal Evil.
Namun, ia tidak berhasil mendekati target.
Ketika ultimate berakhir, Argus kembali menerima damage dan tereliminasi.
Cara Menghindarinya
Tunggu inisiasi tim.
Perhatikan crowd control lawan.
Cari jalur masuk yang lebih aman.
Jangan selalu menyerang Tank jika terdapat target lebih menguntungkan.
Gunakan Eternal Evil ketika diperlukan.
Tips
Argus lebih efektif ketika masuk pada kesempatan yang tepat daripada sekadar menjadi pemain pertama yang menyerang.
Ringkasan 7 Kesalahan Pemain Argus
| Kesalahan | Dampak | Solusi |
|---|---|---|
| Ultimate terlalu cepat | Durasi terbuang | Tunggu ancaman yang relevan |
| Ultimate terlambat | Argus tereliminasi | Kenali burst damage lawan |
| Terlalu agresif early game | Tertinggal gold | Fokus farming |
| Salah menggunakan Demonic Grip | Kehilangan mobilitas | Perhatikan posisi dan skill kabur |
| Build tidak disesuaikan | Damage kurang efektif | Adaptasi item |
| Split push sembarangan | Tim kehilangan objektif | Perhatikan minimap |
| Masuk team fight terlalu cepat | Terkena crowd control | Tunggu timing yang tepat |
Cara Memperbaiki Gameplay Argus dari Early hingga Late Game
Setelah memahami kesalahan utama, pemain perlu membangun kebiasaan bermain yang lebih baik.
Early Game: Fokus Perkembangan
Prioritaskan minion.
Jangan memaksakan duel.
Perhatikan Jungler lawan.
Bantu Turtle ketika memungkinkan.
Mid Game: Mulai Memberikan Tekanan
Lengkapi item inti.
Perhatikan peluang push turret.
Gunakan Eternal Evil untuk pertarungan penting.
Jangan mengejar kill terlalu jauh.
Late Game: Utamakan Pengambilan Keputusan
Perhatikan posisi damage dealer lawan.
Jangan masuk team fight tanpa informasi.
Simpan ultimate untuk momen penting.
Perhatikan Lord dan kondisi turret.
Cara Melatih Timing Eternal Evil
Timing ultimate merupakan salah satu keterampilan terpenting bagi pemain Argus.
Latihan 1: Mengenali Burst Damage
Pelajari hero yang dapat memberikan damage besar dalam waktu singkat.
Latihan 2: Mengamati Animasi Skill
Perhatikan tanda ketika lawan akan menggunakan kemampuan penting.
Latihan 3: Menilai Jarak Target
Jangan mengaktifkan ultimate ketika seluruh lawan berada terlalu jauh.
Latihan 4: Memperhatikan Crowd Control
Kenali hero yang dapat membatasi pergerakan Argus.
Latihan 5: Mengevaluasi Pertandingan
Setelah kalah, perhatikan apakah Eternal Evil digunakan terlalu cepat, terlalu lambat, atau ketika tidak ada target yang dapat diserang.
Tips Bermain Argus untuk Solo Rank
Solo rank membutuhkan pengambilan keputusan mandiri.
Tidak semua rekan satu tim akan melakukan rotasi atau memberikan bantuan sesuai harapan.
Karena itu, pemain Argus perlu memperhatikan beberapa hal.
- Fokus farming sebelum memaksakan duel.
- Jangan menggunakan ultimate tanpa alasan.
- Perhatikan cooldown skill.
- Gunakan minimap secara rutin.
- Jangan mengejar target terlalu jauh.
- Sesuaikan build dengan lawan.
- Bantu objektif ketika diperlukan.
- Jangan split push tanpa vision.
- Tunggu kesempatan masuk team fight.
- Prioritaskan kemenangan daripada jumlah kill.
Apakah Argus Cocok untuk Pemula?
Argus dapat dipelajari oleh pemain baru.
Namun, memahami skill saja belum cukup.
Pemain juga perlu menguasai timing ultimate, positioning, farming, dan rotasi.
Kelebihan Argus untuk Pemula
Memiliki pola serangan dasar yang mudah dipahami.
Memiliki ultimate dengan fungsi bertahan yang jelas.
Dapat digunakan untuk mempelajari duel dan tekanan lane.
Tantangan Argus untuk Pemula
Timing Eternal Evil membutuhkan latihan.
Argus dapat kesulitan menghadapi crowd control.
Penggunaan Demonic Grip membutuhkan perhitungan.
Split push membutuhkan pemahaman minimap.
FAQ Kesalahan Pemain Argus Mobile Legends
Apa kesalahan terbesar pemain Argus?
Salah satu kesalahan terbesar adalah menggunakan Eternal Evil pada waktu yang tidak tepat.
Mengapa Argus sering kalah meskipun memiliki ultimate?
Karena ultimate tidak menjamin kemenangan. Argus masih dapat kesulitan menghadapi crowd control, kiting, dan positioning buruk.
Kapan Argus harus mengaktifkan Eternal Evil?
Ketika menghadapi ancaman mematikan dan masih memiliki kesempatan bertarung atau mendapatkan keuntungan.
Mengapa Argus tidak boleh terlalu agresif pada early game?
Karena Argus membutuhkan perkembangan gold dan item. Terlalu sering tereliminasi dapat membuatnya tertinggal.
Apakah Argus harus selalu split push?
Tidak. Split push hanya efektif ketika kondisi map dan objektif mendukung.
Mengapa Argus sulit melawan hero dengan crowd control?
Karena Argus membutuhkan kesempatan bergerak dan melakukan basic attack.
Apa kesalahan build Argus?
Menggunakan item yang tidak sesuai dengan lawan atau mencampurkan pendekatan build tanpa memahami mekaniknya.
Apakah Argus cocok untuk solo rank?
Argus dapat dimainkan dalam solo rank jika pemain memahami farming, timing ultimate, dan pengambilan keputusan.
Apa yang harus dilakukan jika Argus tertinggal gold?
Fokus farming dengan aman, hindari duel berisiko tinggi, dan cari kesempatan membantu objektif.
Bagaimana cara meningkatkan gameplay Argus?
Latih penggunaan skill, perhatikan minimap, evaluasi timing Eternal Evil, dan sesuaikan strategi dengan kondisi pertandingan.
Kesimpulan
Argus merupakan Fighter yang memiliki potensi besar melalui basic attack dan ultimate Eternal Evil.
Namun, kemampuan anti mati tidak otomatis membuat Argus memenangkan setiap pertandingan.
Banyak kekalahan terjadi karena kesalahan penggunaan skill dan pengambilan keputusan.
Mengaktifkan Eternal Evil terlalu cepat dapat membuat perlindungannya terbuang.
Terlambat menggunakan ultimate dapat menyebabkan Argus tereliminasi.
Terlalu agresif pada early game dapat menghambat perkembangan item.
Kesalahan Demonic Grip dapat membuat Argus kehilangan mobilitas.
Build yang tidak sesuai dapat mengurangi efektivitas damage.
Split push tanpa memperhatikan minimap dapat membuat tim kehilangan objektif.
Sementara itu, masuk team fight terlalu cepat dapat menyebabkan Argus terkena crowd control dan gagal memberikan damage.
Kunci menjadi pemain Argus yang baik bukan hanya mengetahui cara menyerang, tetapi memahami kapan harus bertarung, kapan menggunakan Eternal Evil, dan kapan membantu tim mendapatkan objektif.
Dengan menghindari tujuh kesalahan tersebut, pemain dapat menggunakan Argus secara lebih efektif dan meningkatkan peluang memenangkan pertandingan Ranked Mobile Legends.